tentang saya (1)

Hi, apa kabar? Perkenalkan nama saya DJANDJAN SAPUTRA [::cv::]. Saya lahir di Bandung pada tanggal 13 Januari 1962. Orang tua saya memberi nama saya Djandjan, karena saya lahir pada bulan Januari. Sedangkan Saputra bisa berarti putra pertama –karena memang faktanya demikian– atau pelesetan dari kata Saptu (hari Sabtu dalam bahasa Sunda). Jadi nama saya berarti anak pertama yang lahir bulan Januari atau anak yang lahir pada bulan Januari dan hari Sabtu.

Saya lahir dari ayah bernama Aman Tohir (almarhum, 1 Juli 2002) dan ibu bernama Ai Sukaesih (almarhumah, 27 Januari 2002). Ketika itu, malam hari Mamih yang sedang mengandung 9 bulan mulas-mulas. Nampaknya memang itu sebagai tanda bakal lahir seorang bayi. Saat itu juga –walaupun Papih mempunyai motor BMW, tapi tentu tidak lucu kalau harus membawa istrinya yang sedang hamil tua naik motor di malam hari. Akhirnya Papih membawa Mamih ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan
becak.

Atas bantuan para dokter di Rumas Sakit Beatrix (sekarang RS Bungsu), saya lahir pada malam hari sekitar pukul 22:00. Tentu saja orang tua saya sangat bahagia atas kelahiran saya ;-) Tidak hanya itu. Bagi kakek dan nenek dari Papih dan Mamih saya adalah cucu pertama. Yang tidak kalah berbahagia adalah nenek Mamih saya.

Masa Kecil

Masa kecil saya dihabiskan di Bandung, yang ketika itu memang udaranya sejuk. Saya tinggal di Jalan Surareja, dekat Jalan Jenderal A Yani, Bandung Timur. Saya hidup dalam lingkungan di mana para tetangga adalah masih kerabat dekat. Rumah orang tua saya dan para tetangga membentuk lingkaran yang mirip sebuah benteng melingkar. Rumah orang tua saya nomor 114, kemudian rumah nenek saya 112, rumah nenek Mamih saya 113, dan beberapa rumah lain sebagai bagian dari rumah induk nomor 112 dan 113. Rumah-rumah tersebut menghadap taman yang ditanami pohon jambu dan pohon mangga. Untuk masuk ke “kompleks” rumah tersebut bisa dari dua pintu yang berlawanan arah.

Pada tahun 1967, saya memasuki usia sekolah. Saya dan adik saya (cuma beda usia 1 tahun) disekolahkan di Taman Kanak-kanak Kartini. Bedanya, saya sekolahnya hanya satu tahun, sedangkan adik saya dua tahun. Saya masih ingat, seragam semasa taman kanak-kanak kemeja putih dan celana merah menyala.

Setelah lulus dari Taman Kanak-kanan Kartini di Bandung, saya meneruskan sekolah di Sekolah Dasar Negeri Embong II/6 yang juga ada di Bandung. Lokasi sekolahnya tidak terlalu jauh dari rumah, tapi karena harus menyeberang jalan raya, maka setiap hari harus diantar-jemput oleh paman saya (adik Papih). Namun lama kelamaan proses antar-jemput ini tidak berjalan lancar, karena paman saya juga sibuk sekolah. Sehingga akhirnya diputuskan antar-jemput dengan menggunakan becak. Jadi antar-jemput dipercayakan kepada abang becak yang dibayar bulanan. Asyiiikkkk naik becak tiap pagi :-)