Hari Sabtu, 2 Januari 2010 merupakan pengalaman pertama menggunakan fasilitas SIM Keliling di Tangerang. Sesuai informasi dari bagian SIM Keliling (telp 021-99516664), setiap Sabtu mobil SIM mangkal di Mal Metropolis. Beberapa hari sebelumnya, ketika ditanya via telepon, jam berapa saya harus sampai di lokasi, petugas mengatakan setengah delapan. OK, saya jawab.

Pada hari H, sy sudah sampai di lokasi jam setengah delapan kurang. Menurut petugas parkir Mal Metropolis, mobil SIM Keliling mangkal di dekat Bank Panin alias di pintu ke luar parkir basement. Namun di lokasi baru ada beberapa gelintir orang.

Dalam hati saya bilang koq belum ada petugasnya ya, apalagi mobilnya juga belum kelilihatan. Karena pengalaman pertama, saya bertanya-tanya, apakah sama dengan di Polres.

Orang-orang sudah mulai banyak berdatangan. Setelah hampir sejam menunggu, seseorang berinisiatif mengeluarkan kertas kosong dan mulai mendaftar orang-orang yang hadir. Biar telat, bagus juga ide tersebut, walaupun saya yang termasuk duluan datang, tapi saya kebagian nomor urut 20. It’s ok.

Sekitar jam 9 seseorang menelepon informasi SIM Keliling. Dan konon dijawab tunggu saja, pokoknya kami datang.

Hampir jam 9.30 mobil SIM Keliling datang dan mengambil posisi parkir. Seorang petugas menggunakan daftar hadir tadi mulai memanggil orang yang mau memperpanjang SIM (ternyata di bodi mobil memang ditulis ”mobil SIM Keliling ini khusus untuk perpanjangan SIM A/C”).

Petugas memanggil dan menanyakan 2 foto kopi KTP dan SIM asli. Petugas memeriksa SIM, kemudian 2 lembar foto kopi KTP di-”jepret” pada formulir terus dikembalikan kepada pemiliknya sambil mengatakan setelah mengisi formulir, kembalikan ke petugas di mobil. Beberapa orang ditolak perpanjangan di mobil SIM Keliling dan dipersilakan perpanjangan di Polres. Menurut pertugas, syarat perpanjangan di SIM Keliling adalah SIM yang belum habis masa berlakunya atau yang sudah habis masa berlakunya sampai paling lambat setahun kurang sehari.

Kemudian orang-orang mulai mengerubungi mobil. Pintu mobil terbuka dan petugas mulai memanggil orang untuk mengantri. Menurut petugas semua perempuan mengantri paling depan. Ketika itu hanya ada 5 perempuan. Antrian sisanya kebelakang sesuai dengan nomor absen. Satu antrian terdiri dari 15 orang. Karena saya berada di urutan no 20 setelah dikurangi perempuan mendapat ”wildcard” di antrian paling depan, maka saya berada di antrian nomor 2 gelombang ke-2. Konon, menurut rumor, satu hari itu hanya melayani 50 pemohon perpanjanan SIM. Walaupun petugas provost mengatakan semua yang hadir pasti dilayani, berapanpun jumlahnya.

Pelayanannya cepat, tidak sampai satu jam saya sudah masuk mobil SIM Keliling. SIM asli diminta, tanda tangan di kertas putih, dan bayar Rp 135 ribu. Selain saya, ada tiga orang pemohon yang ada di dalam mobil. Tidak sampai 10 menit, giliran saya. Verifikasi data, jempol kiri dan kanan di-scan, difoto. Selesai. Tunggu sebentar di luar mobil untuk nunggu SIM kering, tidak berapa lama seorang petugas ngasih SIM. Pulang.

Menurut informasi, untuk wilayah Tangerang, SIM Keliling hari Sabtu di Mal Metropolis, Minggu di Carrefour Daan Mogot Tangerang, Jumat di Villa Regency. Senin-Kamis saya tidak tahu di mana.***